Oleh: Ari Susanto, S.H.

Ketahanan pangan mandiri yang digadangkan pemerintah seharusnya menjadi poin penting untuk memotivasi para generasi muda saat ini. Baik untuk menciptakan teknologi maupun bekerja langsung di lapangan sebagai bentuk kontribusi pada sektor pertanian dalam negeri. Tetapi pada kenyataannya generasi muda sekarang belum banyak yang tertarik dalam bidang pertanian, padahal prospeknya sangat baik ke depan.Apabila kita ingin membangun sebuah negara, maka sektor pendukung pokok kita bangun dengan kokoh terlebih dahulu, yaitu dalam hal ini adalah sektor pertanian. Karena dengan pertanian yang bagus akan menghasilkan pangan yang berkualitas. Pangan yang berkualitas menghasilkan generasi yang berkualitas pula. Selanjutnya generasi yang berkualitas akan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Pembangunan dari sektor pertanian dapat diawali sejak awal, terutama pada saat anak dalam usia pendidikan dasar maupun menegah. Pengenalan materi pertanian dimasukkan dalam materi atau dapat juga dimasukkan ke dalam mata pelajaran dan muatan lokal. Membangun ketertarikan pertanian dari usia dini menjadi modal awal untuk membangun generasi muda yang berminat di bidang pertanian. Apabila tidak dibangun sejak dini, generasi selanjutnya akan semakin sedikit yang tertarik pada bidang pertanian. “Lalu, bagaimana bisa negara berdiri kokoh apabila pendukung pokok sektor pertaniannya saja tidak ada yang berminat?”.
Kemandirian pangan yang seharusnya itu menyeluruh, baik dari segi sumber dayanya maupun teknologinya. Keberhasilan sebuah program dinilai dari kemanfaatannya di lapangan, bukan hanya di atas kertas saja. Sukses yang sesungguhnya bukan hanya duduk di kantoran dengan gaji yang besar, melainkan kesuksesan itu apabila seseorang dapat bermanfaat bagi banyak orang.





