Search
Search
Close this search box.

Numerasi Bukan Sekadar Berhitung: Strategi Menghidupkan Numerasi dalam Setiap Mata Pelajaran dan Tantangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Adella Puspita, S.Pd.,Gr.

Sabtu (25/10/2026), SMP Ali Maksum mengadakan pelatihan guru berjudul “Strategi Meningkatkan Numerasi Murid”. Pelatihan ini diadakan bertujuan untuk menghadapi tantangan dan kebutuhan masa depan. Angka bukan lagi sekadar menghitung tentang hasil untuk menemukan jawaban pada soal. Akan tetapi, angka menjadi sebuah dasar bagi murid dalam memahami data, keuangan, memecahkan masalah, memprediksi, dan mengambil keputusan. Hal tersebut terpenuhi apabila murid memiliki kemampuan numerasi yang baik. Oleh karena itu, pengadaan pelatihan guru dalam meningkatkan kemampan numerasi sangatlah penting. Acara ini dilaksanakan Sabtu, 25 Oktober 2026 pada pukul 11.00 – 13.00 WIB di Gedung SMP Ali Maksum. SMP Ali Maksum langsung mendatangkan pemateri dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan D.I Yogyakarta yaitu Ibu Dr. Marfuah., S.Si., MT .

“Ketika kita melihat jadwal salat, menentukan arah kiblat, menghitung zakat, mempelajari pembagian warisan. Kita sedang berhadapan dengan angka, waktu, pengukuran, geometri, dan pecahan. Hal ini menunjukkan bahwa numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung di dalam kelas. Numerasi merupakan kemampuan memahami dan menggunakan konsep matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam pelaksanaan ibadah,” kata Ibu Dr. Marfuah., S.Si., MT.

Pemantik awal dari Ibu Dr. Marfuah., S.Si., MT. menggambarkan bahwa sejatinya numerasi tidak akan pernah lepas dari kehidupan sehari-hari, numerasi juga digunakan dalam peribadahan. Dalam penyampaian materi inti, beliau memberikan contoh kasus diskon berbelanja sampai perbedaan antara matematika dan numerasi.

“Numerasi dapat diterapkan dalam seluruh mata pelajaran. Dalam Bahasa Indonesia, numerasi digunakan untuk menganalisis data berita; IPA untuk mengolah hasil pengukuran dan percobaan; Bahasa Inggris untuk memahami tabel dan diagram; Bahasa Jawa untuk mengenal satuan tradisional dan perhitungan jual beli; IPS untuk membaca data kependudukan dan ekonomi; serta Pendidikan Pancasila untuk menganalisis data survei pemilu, hak, kewajiban, dan persoalan kewarganegaraan,” ujar Ibu Dr. Marfuah., S.Si., MT.

Dengan penjelasan tersebut, numerasi dapat diaplikasikan dalam seluruh mata pelajaran dari Bahasa Indonesia, IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, IPS, hingga Pendidikan Pancasila. Ibu Dr. Marfuah., S.Si., MT. meminta guru SMP Ali Maksum membuat rancangan pembelajaran mengaitkan numerasi berdasarkan CP. Bahasa Inggris mengaitkan numerasi dengan teks prosedur seperti jumlah gula yang harus dituangkan dalam satu gelas. Bahasa Jawa yang menggunakan numerasi dalam manajemen waktu dalam materi “pranata cara”. Mata pelajaran IPA untuk menghitung perubahan suhu.

 

Acara pelatihan ini ditutup mengadakan kuis menyenangkan melalui website Kahoot.id. yang membuat suasana menjadi sangat seru kemudian acara diakhiri foto bersama. Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan guru SMP Ali Maksum menjawab tantangan bahwa numerasi menjadi bekal murid pada masa depan. Guru harus mampu menghubungkan mata pelajaran yang diampu bersama numerasi agar murid memiliki kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan secara tepat berdasarkan data dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan.